Monday, 9 April 2012

Hikmah Milik Kita

Kehidupan ini tak lantas selesai begitu saja hanya dengan mendengarkan guru, dosen memaparkan materi pelajarannya di institusi pendidikan. Banyak hal yang baru dimengerti diluaran, tanpa guru, tanpa dosen. Itulah hikmah.

Ini bukanlah coretan tentang dalil-dalil yang tertulis kokoh dalam Alkitab. Ini hanyalah pandangan dari insan awam yang mencoba memahami lewat kesendirian juga perenungan kecil. 

Hikmah di setiap peristiwa yang seringkali lenyap begitu saja dengan sia-sia, menjadi tak berharga untuk manusia. Ketika kita tak cukup bijak mengerti setiap peristiwa yang terjadi pada diri kita. Atau kita yang seringkali kebingungan mencari-cari hikmah. Iri pada orang lain yang setiap detiknya menemukan hikmah di hidupnya. Bagaimana mungkin??

Kita tak cukup luas memandang hari-hari yang terjadi. Menunggu nantikah ketika beranjak mulai memejamkan mata di malam hari, baru kita mempelajari apa yang terjadi hari ini. Tapi itu setidaknya lebih berharga dibandingkan kita yang seringkali mengatakan " tak terasa sudah seminggu kita disini, tak terasa sudah habis liburan ini atau oh ternyata besok kita sudah mulai puasa, dll". Apakah benar kata-kata "tak terasa" itu karena kita benar-benar enjoy pada hidup? Apakah benar karena kita terlalu menikmatinya? Atau.....karena kita telah menyianyiakan sesungguhnya waktu yang "tak terasa" sudah berlalu itu. Berapa banyak pelajaran dari waktu yang sudah berlalu itu? Berapa detik yang terasa berilmu diwaktu itu?

Satu kata yang sesungguhnya seringkali kita abaikan adalah ''syukur". Dari syukur itulah kita akan menemukan banyak hikmah dalam setiap peristiwa di hidup ini. Sama sekali bukan ketika kita berbicang dan lalu berkata " aku bersyukur kok dengan hidup aku sekarang".. Bukan itu. Syukur itu hanya kita yang benar-benar tahu apakah benar ada dalam hati dan menyatu dengan otak juga jiwa kita? "Syukur" lah yang akan menuntun kita pada hikmah-hikmah yang tersembunyi ternyata dan seringkali tertutup oleh semak-semak belenggu kesombongan, keangkuhan, dan keterpurukan diri kita. Hikmah itu akan memberi pengertian pada kita tentang ilmu-ilmu yang ada dalam hidup ini yang mungkin kadang tak mempan hanya lewat petuah guru, ceramah orang tua atau penuturan orang lain. Saat itu kita mungkin hanya cukup mengerti tapi tidak dengan memahami lewat hati kita sendiri. Inilah yang kita tunggu, hikmah. 

Berharap kita menjadi insan yang selalu di anugerahi hati yang lapang dan tajam untuk mampu mengenali dan mengerti hikmah yang ada dari setiap peristiwa yang kita lalui. Agar kita tertuntun pada ilmu yang bermanfaat dan semakin mengerti pada rahasia Allah SWT tentang kebenaran hidup ini. 

Hikmah itu milik kita.. Kita yang bersyukur..

Tua dan Sepi