Tuesday, 3 December 2013

Dalam Kata, Kau adalah jiwa


Seperti syair tanpa ruh
Tanpamu, ia hanya seonggok kata tanpa makna

Mungkin ia lirik indah
Tapi aku takkan temukan iramanya

Tak peduli seberapa lama kau singgah
Jejakmu terlanjur kusimpan rapi

Tak penting kapan kau bertandang
Aromamu terlanjur jadi bagian di ruang hatiku

Jangan  menolak, menjadi alunan dalam sajakku
Agar mereka mengerti kisahku

Jangan membantah, menjadi rasa di kidungku
Karena setelah Tuhan, aku hanya percaya pada kertas

Jangan menolak, jangan membantah
Karena aku hanya punya masa lalumu

Karena tanpamu, ia hanya deretan kalimat hampa
Seperti lantunan tanpa nada


Kasyani ( 22:26 )
Yogyakarta, 03 Desember 2013