Friday, 25 July 2014

Dunia (Lagi)

Tangis
Lagi-lagi dunia
Masih dunia
Terus saja dunia
Sampai tangismu mendunia

Semua kau hujat
Seakan kau rajanya jagat
Kapan kau sisakan tangis untuk akhirat?

Dunia
Dunia
Dunia
Lagi..

Cemas
Kapan?
Mana cemasmu untuk kubur?
Matamu sibuk mencemaskan masa depan duniamu
Kau masih muda?

Bingung?
Pada nasib duniamu esok hari.

Sudah.
Cukup.
Sepotong daging, sesuap nasi, tak akan tertelan nikmatnya
Kasih suamimu tak akan terurai sampai di jiwamu
Lembut senyuman istrimu tak akan tampak meski matamu terbuka
Ibumu, ayahmu, anakmu? Mereka bukan siapa-siapa
Tanpa izin_Nya.

Akhirat menanti cintamu
Titik air mata akan dosa
Syukur akan rahmat_Nya
Sabar akan ketetapan Allah
Karena kekekalan itu adalah akhirat

Dunia
Dunia
Dunia
Cukup.
Hentikan terlalumu.